Cara Perpanjang Paspor di ULP HSBC Semarang


Halo! Udah lama banget nggak nge-post di Blog huhuhu. Lagi ribet menjalani kehidupan sebagai orang dewasa. I'm turning 26 now. :')

Paspor Baru 2017 (credit: foto pribadi)

Jadi awal Januari lalu mau perpanjang paspor yang akan habis tanggal 21 Februari 2017. Ceritanya mumpung ada waktu dan uang jadi yaudah awal Januari ini langsung geber ke imigrasi buat ngurus paspor. Denger-denger kan juga sekarang sistem paspor lebih enak karena bisa diurus secara online. Mulai deh cari info.

Dan akhirnya setelah baca-baca blog tetangga,masuk deh ke website imigrasi  buat daftar online. Setelah mengisi formulir registrasi untuk pengajuan perpanjangan paspor, langsung deh pilih tanggal untuk wawancara. Katanya tinggal nunggu email dari pihak imigrasi untuk mendapatkan resi pembayaran. Tapi dugaanku sebelumnya bener, emailnya nggak masuk-masuk. Udah nunggu seharian dengan sabar, tapi akhirnya aku nyerah juga. Sistemnya belum bisa diharapkan. Jangan baper makanya.

Esoknya, berangkat pagi deh dari rumah ke kantor HSBC Semarang. Selain deket dari rumah, cuma sekitar 15 menitan, transportasi ke sana juga gampang dibanding ke Kantor Imigrasi Kelas 1 yang di Krapyak itu. Lagipula deket sama mall juga, jadi bisa mlipir main hahaha. Aku sampai sana jam setengah 8 kurang ditemani hujan gerimis. Aku pikir sepi yaaa, tapi ternyata udah banyak orang aja di dalam. Baru juga 5 menit di depan pintu ULP, eh Pak Satpam-nya dengan innocence bilang buat dateng besok pagi sekitar jam 6 sampai jam 6.30. Apaaa??? Nggak terlalu shock juga sebenarnya, karena ibu-ibu yang di depanku bilang kalau beliau dateng jam 5 ke ULP ini. OMG! Ternyata server pusat sedang error, jadi kekacauan ada dimana-mana.

Akhirnya dengan penuh dendam aku dateng besok paginya jam 6 pagi. Ternyata aku dapet nomer antrian 10. Ada beberapa orang yang dateng duluan, secara otomatis langsung bikin urutan jadi supaya yang datang pagi dapat nomer awal. It's fair, I think.
Setelah jam 8 kurang, akhirnya mulai dipanggil sesuai nomer urut untuk pengecekan berkas ke Costumer Service. Berkas yang perlu dibawa untuk perpanjangan pasopor, yaitu:
  1. KTP ASLI dan FOTO COPY (bolak-balik dan harus dalam satu kertas),
  2. AKTA atau IJAZAH ASLI dan FOTO COPY,
  3. PASPOR ASLI dan FOTO COPY (halaman muka yang ada foto kita dan halaman belakang dan harus dalam satu kertas juga),
  4. KARTU KELUARGA ASLI dan FOTO COPY.
*note: foto copy pakai kertas A4 dan jangan dipotong! Bawa bolpoin sendiri biar nggak ribet dan nanti dapet map dari imigrasi gratis. Jangan panik pokoknya, jangan percaya sama "katanya ini...". Hehehe.

Setelah lolos screening, dikasih nomer antrian lagi untuk wawancara. Aku dapet nomer 6, yey! Naik 4 nomer karena beberapa orang sebelumnya salah atau kurang lengkap. Setelah itu dapet panggilan lagi untuk wawancara. Simply, ditanya untuk kepentingan apa, kenapa membuat paspor. Jawabannya santai aja dan jangan gugup. Cepet banget pokoknya! Total cuma sampai jam 9 udah kelar.

Drama is about to begin. Pak petugas imigrasi yang wawancara tadi bilang kalau sekarang sistem sedang error imbasnya, resi juga belum bisa dicetak. Terus disuruh dateng lagi ke sini besok jam 1 siang. Panas kentang-kentang, man!

Besoknya, udah semangat-semangatnya mau ambil resi ternyata resinya belum bisa diambil juga dengan alasan yang sama. Diminta buat ninggalin nama dan nomer telepon, "katanya" sih mau dihubungi nantinya kalau resi udah bisa diambil. Well, pada kenyataannya itu hanya janji surga. Udah ditungguin tetep nggak ada telepon. Tanya pihak imigrasi via Twitter juga nggak dapet respon. Akhirnya, seminggu kemudian aku minta tolong temenku buat ngambilin resiku, syukur deh udah bisa diambil. Besoknya, langsung ke BNI buat bayar. Total bayar Rp 355,000,-. Supaya proses pembayaran lebih cepat, disarankan ke BNI aja karena saat ini pihak imigrasi cuma bekerjasama dengan BNI aja, meskipun bisa juga trasnfer dari BANK lain. Pengambilan paspor bisa dilakukan 3 hari setelah pembayaran.

Untuk menghindari hal yang tidak-tidak, aku ambil paspor seminggu kemudian. Datang sekitar pukul 10 karena secara logika pasti antriannya nggak sebanyak saat pengumpulan berkas awal. Kata petugasnya waktu itu juga jam 9 loket pengambilan baru dibuka. Aku saat itu dapat nomer antrian 24 dan saat datang udang antrian ke 17 yang dipanggil. Nggak butuh waktu lama, akhirnya namaku dipanggil. Yey! Setelah mengumpulkan resi pembayaran dan kertas pembayaran dari imigrasi, diminta menunggu sebentar untuk kemudian akan dipanggil lagi. Nggak berapa lama, namaku dipanggil lagi untuk mengisi berkas berupa nama dan nomer paspor baru. Finally, paspor baru udah di tangan! Petugas imigrasinya juga secara langsung memberikan paspor lamaku. I was so happy at that moment.
Paspor lama digunting (credit: foto pribadi)

Paspor yang baru ini, dalamnya lebih berwarna dan menggambarkan semua tentang Indonesia.
Salah satu halaman pasor baru (credit:foto pribadi)

Nggak sabar buat dapet cap! Soon, bakal ke negara mana dulu ya? :)
P.S: Apa ada update terbaru?

Hokkaido, Piihan Tempat Wisata Menarik Buat Kamu yang Ingin Liburan Ke Jepang

Kamu tentu tahu bahwa Jepang memiliki banyak tempat wisata menarik. Meskipun negara yang beribukota di Tokyo ini merupakan negara maju dan sangat modern, namun kamu masih dapat dengan mudah menemukan wisata budaya di negara ini pun dengan wisata alam yang menawarkan panorama sangat indah sehingga dapat menjadi salah satu pilihan destinasi lain saat kamu berencana traveling ke Jepang. Salah satunya adalah Hokkaido.

Welcome to Hokkaido (www.thisis7.files.wordpress.com)

Hokkaido merupakan sebuah pulau sekaligus nama prefektur yang terletak di paling utara Jepang. Prefektur ini merupakan prefektur terbesar di Jepang dengan ibu kota Sapporo di mana banyak wisatawan berkunjung ke kota ini untuk menikmati berbagai atraksi wisata musim dingin.Sebagaian luas daerahnya merupakan padang rumput, sehingga dengan mudah para wisatawan dapat menemukan binatang-binatang seperti rusa, rubah bahkan beruang berkeliaran. Saat musim dingin tiba, Hokkaido menjadi daerah terdingin di Jepang. Rata-rata suhu di Hokkaido bisa mencapai minus 0 derajat celcius bahkan seringkali disertai badai. Sedangkan saat musim panas, suhu di Hokkaido tidak sepanas dan selembab prefektur lain di Jepang dengan suhu sekitar 17-22 derajat celcius. Tentunya dengan predikat daerah terdingin di Jepang, Hokkaido menawarkan berbagai atraksi wisata musim dingin yang menarik dari ski, festival salju hingga wisata kuliner yang pastinya akan sangat sayang untuk kamu lewatkan.

Berbagai Pilihan Wisata di Hokkaido yang Patut Dikunjungi

  •   Serunya bermain ski dan snowboard
 
Playing Ski & Snowborad (www.seejapan.co.uk)
Buat kamu yang menyukai liburan yang menantang dan tentunya tidak dapat ditemukan di negara tropis seperti Indonesia, aktivitas yang khas dari Hokkaido ini pastinya layak untuk dicoba. Salju yang banyak turun saat musim dingin membuat para pengunjung nyaman bermain ski dan snowboard di Hokkaido. Furano, Rusutsu, atau Niseko adalah beberapa tempat terkenal untuk bermain ski dan snowboard di Hokkaido. Lembah yang landai dan curam serta keindahan pepohonan dan pegunungan yang tampak di depan mata menambah alasan kamu untuk mencoba keseruan travel di Hokkaido ini.

  •   Keindahan festival Salju di Sapporo yang sayang untuk dilewatkan  
 
Sapporo Winter Festival (www.dailymail.co.uk)

Festival Salju di Sapporo yang diadakan setiap awal Februari selalu ditunggu-tunggu oleh para wisatawan di seluruh dunia. Bahkan banyak pula tim dari seluruh dunia berlomba-lomba membuat berbagai karakter yang dari pahatan balok es di Taman Odori. Para pengunjung yang datang pun dapat berfoto dengan pahatan es tersebut serta bermain salju. Ditambah dengan keramahan penduduk Sapporo yang dengan cuma-cuma memberikan kopi atau coklat hangat kepada para pengujung membuat acara tahunan ini sayang untuk dilewatkan.

  • Berwisata ke Taman Nasional terbesar di Jepang
 
Daisetsuzan National Park in Winter (www.japanesesearch.com)
Taman Nasional Daisetsuzan menjadi taman Nasional terbesar di Jepang. Luas taman nasional ini mencapai lebih dari 890 mil persegi. Taman Nasional ini terbentang luas sampai puncak Gunung Asahidake yang merupakan gunung tertinggi di Hokkaido dengan tinggi 2.290 meter. Akses yang disediakan untuk para pengunjung yang ingin menuju ke puncak bisa menggunakan cable car yang dapat dinaiki dari Spa Asahidake di ketinggian 1000 meter ke ketinggian 1600 meter kemudian para pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan mendaki selama kurang lebih dua jam dengan melewati gunung batu ditambah salju yang sangat tebal.

  • Berlibur dengan menikmati keindahan lavender di Furano
 
Beautiful Lavender in Furano (www.freshpowder.com)

Festival Lavender di Furano dapat menjadi alasan lain untuk berlibur di Hokkaido. Festival yang diadakan setiap tahun di bulan Juli ini menawarkan keindahan lavender dengan warna ungu kemerah-merahan yang mekar sempurna terhampar luas pada padang rumput di kota Furano.

  • Mengenal budaya Hokkaido melalui Festival Yosakoi Soran
 
Yosakoi Soran Festival (www.flickr.com)

Festival Yosakoi Soran diadakan setiap pertengahan Agustus. Festival ini diselenggarakan di sepanjang jalan Odori Park. Para pengunjung dapat menyaksikan tari-tarian yang dipentaskan oleh para penari yang terdiri dari ratusan orang dengan memakai kostum yang berbeda serta ensemble musik yang beragam. Tari-tarian tersebut merupakan kombinasi tarian Yosakoi dari Koichi dan musik tradisional Soran itu sendiri yang berasal dari Hokkaido.

Makanan khas Hokkaido yang Wajib untuk Dicicipi 

  • Chan Chan Yaki, perpaduan kelezatan ikan salmon dengan gurihnya miso
 
Chan Chan Yaki (www.traveldreamscapes.files.wordpress.com)

Chan Chan Yaki yang disebut juga dengan Salmon Hotpot merupakan makanan yang berasal dari sebuah desa nelayan yang terdiri dari salmon dan sayuran. Sayuran yang dipotong kasar serta irisan kasar salmon di atasnya dimasak di dalam wajan besi besar. Kemudian, miso manis dengan saus bumbu dituang di hidangan yang telah matang tersebut ditambahkan mentega sebagai sentuhan terakhir menambah kelezatan makanan khas ini.

  • Buat kamu penggemar daging, Genghis Khan patut dicoba
 
Genghis Khan (www.hokkaidolikers.com)

Makanan enak ini sebaiknya tidak boleh kamu lewatkan saat mengunjungi Hokkaido. Ada dua cara untuk memasak Genghis Khan, yang pertama daging kambing/domba yang sudah di-marinate/direndam dengan bumbu sampai meresap dipanggang di atas bara api, sedangkan cara yang kedua daging kamibing/domba dipanggang terlebih dahulu di atas bara api kemudian baru dicelupkan ke dalam saus. Uniknya sampai sekarang, orang-orang di luar Hokkaido tidak memakan Genghis Khan. Hal inilah yang membuat kamu harus mencicipi makanan khas ini saat mengunjungi Hokkaido.

  • Imo-mochi, camilan kentang yang menggugah selera
 
Imo-mochi (www.japanese-cooking-class-tokyo-mari.com)

Camilan ini terbuat dari campuran kentang tumbuk dengan tepung kentang/tepung jagung yang dibentuk adonan kecil-kecil. Adonan yang sudah dibentuk tersebut kemudian digoreng sampai kecokelatan. Agar menbamah cita rasa manis dan gurih, kecap kedelai, sake dan gula yang telah dicampur ditambahkan ke dalam imo-mochi yang sedang dimasak di penggorengan. Saat ini, Imo-mochi telah menjadi makanan cepat saji yang sangat popular dan dengan mudah dapat kamu temui disepanjang jalan di Hokkaido.

  • Hokkaido, tempat terbaik untuk menikmati Sup Kari
 
Curry Soup (www.norecipes.com)

Sup kari merupakan makanan yang sangat popular di Hokkaido. Hokkaido memiliki berbagai tempat untuk menikmati sup kari enak dikarenakan daerah ini kaya akan rempah-rempah dan sayuran segar. Beberapa tempat terkenal dengan sup karinya yang dapat kamu kunjungi di Hokkaido yaitu Gakaru dengan sup kari yang bernutrisi tinggi terbuat dari 21 rempah dipadu dengan daging babi/ayam ditambah sayuran disajikan dengan nasi pilihan. Lalu, Okushiba Shoten dimana terdapat dua pilihan sup kari yaitu, ayam tomat atau udang. Selanjutnya Soup Curry Yellow, menawarkan suasana modern dan terkenal akan sup kari ayam sayurannya. Kemudian, ada Voyage yang terletak agak jauh dari pusat kota memberikan pilihan sup kari yang ringan ataupun berat dengan bahan utama, tingkat kepedasan dan topping yang dapat kamu pilih sendiri.


Akses Ke Hokkaido

Banyak akses transportasi yang bisa kamu pilih untuk travelling ke Hokkaido, salah atunya dengan menggunakan pesawat terbang. Di Hokkaido terdapat bandara utama Shin-Chotose yang letakknya 50 Km tenggara dari kota Sapporo. Jangan khawatir tidak kebagian tiket pesawat karena kamu dapat menemukan banyak penerbangan dari berbagai kota di Jepang menuju ke Hokkaido. Bahkan penerbangan dari Tokyo sebanyak 3-4 penerbangan per jamnya. Penerbangan internasional yang langsung menuju Hokkaido juga dengan mudah dapat ditemukan.


Nah, buat kamu yang baru pertama kali ke Jepang atau ke luar negeri tapi tidak tahu bagaimana cara merencanakan perjalanan kamu agar berkesan dan menyenangkan, jangan khawatir karena ternyata ada travel agency H.I.S yang menawarkan kemudahan yang mungkin kamu tidak pikirkan sebelumnya. Kamu ingin berwisata sendiri atau dengan teman-teman? H.I.S ternyata juga bisa membantu kamu karena H.I.S tidak hanya menyediakan layanan individual namun juga group tour. Tujuan liburan indah kamu kemanapun baik domestik maupun internasional dapat dengan mudah diwujudkan oleh H.I.S.

Khusus untuk kamu yang ingin sekali mengunjungi Jepang tapi masih belum mendapatkan tiket dengan HARGA MIRING, ternyata kamu bisa memesannya di HAnavi loh! HAnavi ini rupa-rupanya kolaborasi antara H.I.S dengan ANA (All Nippon Airways) yang ditujukan khusus untuk wisatawan asing yang ingin berkunjung ke Jepang. Ternyata masih ada lagi, HAnavi juga menyediakan paket wisata dengan Tiket Penerbangan Domestik dari Tokyo atau Osaka plus Hotel dengan harga yang MURAH MERIAH! Dengan akses mudah seperti itu untuk liburan ke Jepang, apa lagi yang kamu tunggu! Mampir ke http://his-travel.co.id,http://hisgo.co.id dan https://www.facebook.com/HISTravelIndonesia untuk informasi lebih lanjut mengenai liburan yang menggirukan ini.

Eh, ternyata Kawaii Beauty Japan bekerja sama dengan travel agency asal Jepang; H.I.S bagi-bagi hadiah paket Japan Winter Tour bagi dua orang pemenang! Klik banner di bawah untuk tahu apakah kamu salah satu orang yang beruntung itu. Sampai jumpa di Jepang!

Ikuti Present Campaign HIS Winter Tour Blogging Competition

But First, Let Me Take A Selfie

Musim dingin, 14 Maret 2014.
Hari terakhir di Vienna, Austria, benua biru Eropa. Saya manfaatkan sisa waktu yang saya punya untuk berkeliling Vienna, di kota cantik ini sendiri karena besok pagi saya harus pulang ke Indonesia. Dua hari sebelumnya, saya sudah memiliki rencana untuk mengunjungi beberapa tempat terkenal yang belum sempat saya kunjungi di hari-hari sebelumnya yaitu Istana Schonbrun, Hundertwasserhaus, dan yang terakhir Stephan’s Dom. Sebenarnya sudah ke-3 kalinya saya mengunjungi Stephan’s Dom. Yang membuat tempat ini menarik karena disepanjangnya dipenuhi toko-toko oleh-oleh serta makanan-makanan enak. Pada dasarnya sudah banyak sekali foto selfie yang saya ambil selama saya jalan-jalan seorang diri. Namun, yang paling berkesan adalah foto selfie di depan bangunan indah ini – Hundertwasserhaus. Bangunan warna-warni ini dirancang oleh arsitektur Austria terkenal bernama Hundertwasser dimana dia juga merancang sebuah apartemen dengan konsep yang sama yaitu Darmstadt di Jerman.



Jalan-jalan sendiri di Vienna sangatlah mudah, nyaman dan aman. Tinggal pilih mau naik bus, tram atau subway dan dijamin kecepatannya seperti smartfren yang anti lelet. Tidak usah takut menunggu lama karena semuanya tepat waktu.


“What I like about photograph is that they capture a moment that’s gone forever, impossible to reproduce” – Karl Lagerfeld


Bagi saya foto tersebut membuktikan pada diri saya sendiri bahwa rencana Allah selalu indah. Ya, ini adalah salah satu mimpi yang bisa saya wujudkan. Seberapa berat tantangannya? Sangat berat. Namun, saya selalu percaya akan rumus kemauan, usaha, doa serta menyerahkan semua hasilnya kepada Allah SWT..

Berawal dari 2012 lalu, saat saya menjadi camp leader untuk kegiatan workcamp yang diselenggarakan oleh salah satu voluntary organization. Disanalah saya bertemu dengan dua peserta paruh baya, pasangan suami-istri. Saya beserta peserta lain memanggil mereka dengan sebutan papi-mami. Singkat cerita, disitulah awal cerita ini dimulai. Merekalah yang setengah membukakan jalan saya ke Eropa. Memegang amanat yang diberikan oleh mereka untuk berkunjung ke Vienna, kota dimana mereka tinggal, saya mulai berusaha mewujudkannya. Saya hanya tidak menyangka, ingat betul setelah itu saya mengatakan tahun 2014 saya pasti ke Vienna. Percayalah, ucapan adaah sebuah doa. Benar saja, organisasi kerelawanan yang saya ikuti beberapa kali membuka aplikasi untuk kegiatan di luar negeri. Banyak pertimbangan untuk memutuskan kapan saya akan ambil kesempatan ini karena disaat yang sama saya sedang berjuang untuk meraih gelar S1. Akhirnya, setelah beberapa kali mengirimkan aplikasi dan sempat gagal, saya terpilih untuk berangkat ke Slovakia mengikuti program Training for Trainers selama tujuh hari dan ditambah lima hari untuk jalan-jalan ke beberapa negara terdekat. Ada yang menarik, lagi-lagi Allah bekerja dengan cara yang unik. Pada awalnya tanggal keberangkatan beberapa hari sebelum saya wisuda, namun berubah menjadi dua hari setelah saya wisuda. Jadi saya menganggap ini sebagai hadiah kelulusan saya karena sudah berusaha keras untuk mendapat gelar Sarjana Sastra ini.

Tepat dua hari setelah wisuda saya berangkat ke Slovakia dengan rute Semarang-Jakarta-Qatar-Vienna-Oscadnica (Slovakia). Di Slovakia selama 7 hari saya bersama teman-teman lain dari Thailand, Vietnam, Kamboja, Ceko, Prancis, Italia, dan Slovakia mengikuti kegiatan pelatihan kepemimpinan yang diselenggarakan oleh organisasi kerelawanan di Slovakia yang didanai oleh Uni Eropa, jadi kegiatan ini gratis. Kemudian, setelah program tersebut selesai, saya bersama beberapa orang dari mereka menuju ke Praha, Republik Ceko dengan menggunakan kereta api ala Eropa. Satu hari saya habiskan waktu di Praha yang begitu klasik dan kental akan kemewahan Eropa. Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan sendirian menuju Vienna dengan menaiki bus pada pukul 23.00. Di dalam buss tersebut ada seorang wanita pemandu bis yang sepanjang perjalanan berbicara bahasa Jerman yang saya tidak mengerti artinya. Akhirnya, pada pukul 5.00 saya sampai ditempat tujuan. Saya melihat sekeliling terminal tersebut sangat sepi karena setelah turun dari bus orang-orang langsung pergi. Saya semakin ketakutan karena suhu udara saat itu sangatlah dingin, mungkin dibawah 10 derajat celcius atau bahkan lebih rendah. Namun, sebelum saya menitikkan air mata takut, dari kejauhan kedua orang yang sangat aku tunggu-tunggu datang menghampiriku, memberikan pelukan dan senyuman hangat. Pada detik itu air mata kebahagiaan dan rasa syukur menetes. Dalam hati saya berkata, “I accomplished one of my dreams, finally.”

That is a chapter of my life story. I live in my dream.  But before I finish it, once again let me take a selfie.

Cerita ini diikutsertakan dalam kompetisi #SelfieStory


 photo 0a0a9291-dddd-4554-b361-54a8259a1160.jpg

Traveling Hemat Ke Luar Negeri Ala Gue

Hai semua! Hari gini banyak cara buat traveling ke luar negeri. Kunci utamanya sih yang penting kamu semua punya passport, itu aja sih.. yang lain mah itu additional. Anyway, jalan-jalan ala backpacker kan saat ini udah jadi tren tuh di kalangan anak-anak yang nggak punya banyak uang, tapi pengen tetep eksis bergahul di kancah internasional. Traveling ala backpacker ini keren tau! Daya jelajahnya tinggi, mesKi kantong cekak. Ntar pulang-pulang ke Indonesia temen-temen sepergaulan kita pada nanyain tuh foto-foto yang kita posting. Standar pertanyaannya sih “Oleh-oleh buat aku mana?” yaelaaahh, boro-boro mikirin mereka yang saat kita ada di sampingnya aja nggak di anggep, eh tiba-tiba ketemuan selanjutnya malak begituan.. Di negara orang aja nyisihin duit buat makan aja amit-amit merananya.. Trus habis itu, “Habis berapa?” kalo jadi backpacker tuh semakin sedikit biaya yang kita keluarin, semakin keren kita! Ya nggak? haha.

Langsung deh aku kasih tips nih traveling hemat ala GUE:

1. Cari Tempat Inepan Murah Bahkan Gratis


Ini seriusan loh, nggak bercanda. Bagi kalian yang punya kerabat, teman dekat, ataupun kenalan yang di luar negeri bisa jadi alternatif nih buat ditebengin. Tapi ya inget juga yah, namanya juga nebeng jadi harus tau diri. Contohnya nggak boleh pulang larut malem, minta ijin kalo mau keluar rumah, lebih bagus lagi sebelumnya kita bawain oleh-oleh dari Indonesia yang khas gitu. Biarpun kecil tapi bermakna banget tuh. Tapi, kalo kamu nggak punya seseorang seperti yang aku sebutin di atas tadi, nggak perlu khawatir. Coba aja gabung di komunitas Couch Surfing. Apa itu Couch Surfing? Biar nggak tambah penasaran, coba deh googling secara mandiri hahaha. Anyway, kalo cara-cara tersebut ternyata nggak bisa menyelesaikan masalah kamu buat traveling hemat karena kamu nggak bisa mengusahakan cara-cara di atas, coba aja cari budget hotel yang harganya miring. Jangan sok-sokan tinggal di hotel berbintang. Sebelum pergi, jauh-jauh hari catet alamat budget hotel yang udah kamu cari di internet. Lebih enak lagi pergi bareng-bareng sama temen-temen, biar bisa share room gitu, kan lebih hemat tuh.

2. Jangan Kalap Buat Nyicipin Makanan Khas


Jajan secukupnya! Inget loh disana tujuannya apaan. Kalo emang buat nyicip makan doang jauh-jauh ke negeri orang ya secukupnya aja, kecuali kalo kamu emang dapet kerjaan buat icip-icip makanan, ya kenapa di terusin buat baca “tips traveling hemat gue”. Pengalaman nih, waktu dulu backpacking sama temen-temen tergoda banget sama jajanan kaki lima di Bangkok, di Khaosan Road pas malem hari kan menggoda banget maan! Karena kita masih punya beberapa hari buat traveling dengan tujuan yang berbeda lagi, mau nggak mau kita harus hemat banget nih dan akhirnya kita cuma nyicipin jajanan khas sana yang “sana banget”, seperti yang kita baca di blog-blog sama buku-buku traveling itu tuh.. Akhirnya kita sharing jajanan deh haha. Tapi seenggaknya kalo ditanya, “udah pernah nyobain ini belum disana?” kita kan dengan bangga bisa bilang, “Udaaaaahhh.”

3. Naik Transportasi Lokal


Jangan manja buat naik taksi. Kecuali kalo emang bener-bener kepepet (nggak ada orang di sekitar yang bisa ditanyain alamat coz takut dapet alamat palsu, udah nggak ada transportasi murah lainnya). Usahain dan seharusnya kamu bisa pake modal transportasi lain kayak bus, mrt, tram, subway yang harganya lebih ekonomis. Kuncinya sih ya jangan takut buat tanya-tanya orang sekitar, dan mereke akan dengan senang hati buat menolong.

4. Bawa Tas Backpack Ketimbang Koper


Ini keren banget loh, banyak orang-orang yang ngliatin (pengalaman pribadi). Nyangklong tas backpack di pundak itu berasa “wah” karena kita keliatan lagi traveling. Bakalan banyak yang nanyain asal kita darimana dan mau kemana, berasa beneran jadi turis deh! Sepanjang jalan manggul backpack itu lebih simple ketimbang dorong-dorong koper atau nyincing tas jinjing. Efisiensi waktu juga nih coz kita bisa lari-lari, kan berasanya kita bawa dua badan soalnya tuh backpack udah menyatu sama punggung kita.

5. Jangan Capek Buat Jalan Kaki


Buat menghemat ongkos nih, kalo berasa tempat tujuan kita deket jangan manja buat nggak mau jalan kaki. Saat kita nanya, jangan lupa Tanya seberapa jauh. Kalo dirasa bisa buat ditempuh dengan berjalan kaki, let’s do it! Oh iya, ini seriusan loh, jauh hari sebelum hari-H keberangkatan buat traveling, usahakan buat olahraga supaya stamina kita kuat dan terjaga. Jangan lupa juga yah selalu konsumsi vitamin C saat kita traveling is a must!

6. Tahan Hawa Nafsu


Ini penting banget nih! Jaga mata baik-baik buat nggak liri sana-sini. Kalo sekedar lirik-irik cowok lokal yang cakep dikit-dikit ya nggak apa-apa kali yah ahaha. Jadi singkat cerita kalo disaat perjalanan kalian nemu barang-barang lucu, makanan-makanan enak, inget prinsip HEMAT. Saling mengingatkan antar teman seperjalanan juga penting nih. Minta pendapat apa sekiranya penting buat dibeli, kalo barang atau makanan itu kita bisa juga temuin di Indonesia yah nggak usah lah dibeli. Nggak usah protes! Namanya juga traveling hemat.

7. Egois Buat Beli Oleh-Oleh


Nggak usah mikirin omongan orang kalo kalian nggak ngasih oleh-oleh ke mereka yang nyinyir minta oleh-oleh. Yang pertama sih yah menurut prinsip hemat aku, kita harus dan wajib buat beli oleh-oleh untuk diri kita sendiri. Kedua buat orang tua, terus sodara-sodara deket, temen-temen super deket, dan orang-orang yang berjasa atas terlaksananya traveling kita. Udah orang-orang di luar itu mah additional, nggak usah dipikirin. Oleh-oleh yang murah banyak kok, contohnya gantungan kunci sama post card. Kalo aku sih, oleh-oleh wajib buat menghadiahi aku sendiri kalo traveling tempelan kulkas sama post card.

Oke deh, sepertinya 7 tips dasar itu udah cukup lah ya buat referensi traveling hemat kalian. Semoga sedikit bermanfaat dan bisa ngebantu. Happy traveling!!!

Sepenggal Kisah Si Hijau (Paspor)

Setiap paspor pasti punya kisahnya sendiri. Dibalik terwujudkannya buku dokumen hijau ini tergantung dari motivasi dan tujuan dari pemiliknya masing-masing. Ada yang karena naik haji, dapat beasiswa ke luar negeri, liburan, dinas keluar, dll.
Si Hijau ku juga punya kisahnya sendiri. Di awali dari sebuah percakapan senggang saat jam istirahat di kantor tempat kita magang.



Terlalu banyak rencana memang kadang nggak bagus, karena susah terealisasi. Tau kenapa? Rencana selalu di awali dengan kata “kapan-kapan kita..”, yah kalau udah kayak gini susah deh ya. Beda sama kalimat,

“Tahun sekian kita pasti akan ke sini, aamiin.”

Lalu diikuti dengan usaha maksimal. Kemudian, atas ijin-Nya insya Allah terkabul.

Anyway, berdasarkan pengalaman pribadi, sebagai anak Sastra Inggris pasti sering banget deh ditanyain,

“Udah pernah ke luar negeri?”

dan itu annoying banget! Apalagi sama volunteer luar dari Eropa khususnya - Iyup, aku ikut aktif di salah satu NGO yang bergerak di kegiatan kesukarelawanan, jadi udah banyak dan sering banget ketemu orang-orang dari berbagai belahan benua, dan mereka pasti nanya,

“How about you? Which country have you already visited?”



Lalu kita mengungkapkan jawaban yang kebanyakan sama, soal kondisi ekonomi di Indonesia lah sehingga mengakibatkan kita susah buat jalan-jalan ke luar karena harga tiket pesawat dan blablabla mahal.

Akhirnya aku putusin buat bikin paspor. Paspor udah di tangan sejak Februari 2012 lalu. Tapi, sama sekali belum ada “rencana” dekat-dekat hari kapan mau traveling ke luar negeri. Bikin paspor atas dorongan dan motivasi direktur dari NGO dimana aku aktif gabung sebagai volunteer sejak 2011. Sewaktu aku dan teman-teman magang disana, beliau cerita panjang lebar soal pengalamannya dan bagaimana dia bisa ke berbagai Negara - seriusan ini! banyak banget Negara yang udah di kunjungi.



Lalu seperti biasa, memotivasi dan terakhir bilang,

“Ayo buat passport, kesempatan buat keluar negeri terbuka lebar. Biarpun belum tau berangkat kapan yang penting kalian udah punya paspor dan pasti segalanya pasti dipermudah. Apalagi banyak banget program ke luar negeri dari NGO kita buat ngirim relawan ke luar.”

Iya, totally agree with his opinion! Jadi, emang bener banget kok, banyak banget jalan menuju “Roma” hehe - ini fakta lho, jadi kalau pengen ke luar negeri gratis, nggak cuman dari jalur beasiswa, tapi juga kamu bisa ikut kegiatan kesukarelawan di luar.



Daaaann pada akhirnya, beberapa bulan kemudian secara tidak terduga dengan kenekatan kita, bulan September udah beli tiket aja tuh hahaha. Aku bagian jadi “travel agent” mereka. Begadang sampai jam 4 subuh, dengan hape di tangan dan selalu siap sedia di depan laptop berburu tiket murah yang lagi promo dari Air Asia.

Mereka: “Udah, kita semua ikut kamu Na…”

Aku : “Okay, kita di Singapura 8 hari ya. Pulang-pergi dari Jogja-Singapur. Booked! Email sent!!”

Jadi, syukur Alhamdulillah paspor ku di beri kesempatan oleh Allah untuk merasakan manisnya kena stempel imigrasi tepat satu tahun lebih tiga bulan seteah hari lahirnya Hehehe. Dan aku yakin, masih banyak destinasi-destinasi luar yang menunggu ku dan si Hijau, sebelum dia ganti dengan yang baru tentunya.

passport updated

Ini kisah si Hijau ku, kalau kamu?